Rabu, 02 Juni 2010

Peternakan di Provinsi Lampung

TERNAK SAPI BARU TERISI 30 PERSEN

(Bandar Lampung, Tribun 1 juni 2010)

Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya yang cukup besar untuk pengembangan ternak sapi potong. Sampai saat ini, dari kemampuan menampung ternak sapi 1,5 juta ekor, baru terisi 451 ribu ekor atau 30,01 persen pada 2009.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Disnakkeswan Lampung menggelar Program swasembada daging sapi (PSDS) 2010. Demikian dikatakan Kepala Bidang Bina Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung Arsyad, Senin (31/5).

”Melalui PSDS 2010 diharapkan petani ternak mampu memenuhi kebutuhan daging sapi lokal sebesar 90 sampai 95 persen. Sisanya, 5 hingga 10 persen dapat dipenuhi dari importasi baik bakalan maupun daging,” ujarnya ketika ditemui Tribun Lampung di ruang kerjanya, Senin (31/5).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Disnakkeswan Lampung mengemasnya dalam rancangan strategi Most Likely. Aryad menyebutkan, dengan metode ini target populasi sapi potong di Provinsi Lampung yang berjumlah 502.414 pada tahun 2014 dapat tercapai.

Selain itu, dalam rangka menyukseskan PSDS 2010 Disnakkeswan Lampung mengemasnya dalam kegiatan gerakan peningkatan kualitas pelayanan peternakan dan kesehatan hewan (Gardu Peternakan).

Target Gardu Peternakan dapat terakumulasi dengan meningkatkan jumlah kelahiran (inseminasi buatan dan kawin alam), serta meningkatnya bobot badan pada umur tertentu. Hingga saat ini terdapat 83 kelompok Gardunak yang tersebar di 11 kabupaten/kota Provinsi Lampung.

Berdasarkan data 2009 tercatat, jumlah kelahiran IB (inseminasi buatan) mencapai 32 ribu ekor. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 26.925 ekor. Sedangkan realisasi kawin alam berjumlah 72 ribu ekor dari yang ditargetkan yakni sebesar 89.167 ekor.

”Sampai April 2010 realisasi jumlah kelahiran IB baru mencapai 8.103 ekor dari target total sebanyak 33.353 ekor. Sedangkan kawin alam mencapai 12.048 ekor dari target total sebanyak 99.230 ekor,” kata Arsyad. (yan)

LAMPUNG LUMBUNG TERNAK

Untuk menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak, Disnakkeswan Lampung berencana mengadakan sejumlah program kegiatan. Diantarannya, merancang 20 satuan petugas (satgas) pada 8 Juni mendatang. ”Satgas ini berfungsi menyosialisasikan beberapa teknologi terbaru dan memantau kendala-kendala yang ada di kelompok-kelompok Gardu Peternakan,” ujar Arsyad.

Selain itu, Disnakkeswan akan menggelar kontes ternak pada 83 kelompok Gardu Peternakan. Dari 83 kelompok tersebut akan dipilih sepuluh kelompok terbaik yang memperebutkan uang bakti sosial sebesar Rp. 168 juta/kelompok.

”Sementara untuk juara pertama akan diberi hadiah tambahan berupa uang tunai sejumlah 250 juta. Dana tersebut dapat digunakan untuk membangun pabrik atau lumbung pakan para peternak. Kami berharap program ini menjadi percontohan dan menstimulan kelompok lainnya yang belum berkembang,” imbuhnya. (yan)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar